Error message

  • Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /customers/f/f/a/ppi-goettingen.de/httpd.www/ff-sh3-jm.php:1) in drupal_send_headers() (line 1236 of /customers/f/f/a/ppi-goettingen.de/httpd.www/includes/bootstrap.inc).
  • Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /customers/f/f/a/ppi-goettingen.de/httpd.www/ff-sh3-jm.php:1) in drupal_send_headers() (line 1236 of /customers/f/f/a/ppi-goettingen.de/httpd.www/includes/bootstrap.inc).
  • Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /customers/f/f/a/ppi-goettingen.de/httpd.www/ff-sh3-jm.php:1) in drupal_send_headers() (line 1236 of /customers/f/f/a/ppi-goettingen.de/httpd.www/includes/bootstrap.inc).
  • Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /customers/f/f/a/ppi-goettingen.de/httpd.www/ff-sh3-jm.php:1) in drupal_send_headers() (line 1236 of /customers/f/f/a/ppi-goettingen.de/httpd.www/includes/bootstrap.inc).

Biaya Hidup di Göttingen, Jerman

Oleh: 

Adnan Albahry

Biaya hidup atau biaya kuliah bisa berbeda di setiap kota di German. Item biaya yang dijelaskan disini merupakan biaya hidup khususnya untuk kota Göttingen, tetapi bisa disesuaikan untuk kota lain. Beberapa item biayanya sama. Terdapat beberapa perbedaan misalnya sewa rumah (wohnung). Sebagai contoh di kota Göttingen, sewa wohnung single apartemen berkisar 180-290€/bulan, tetapi di kota besar seperti Berlin atau daerah München mungkin bisa diatas 400€/bulan. Harga yang ditampilkan disini merupakan perkiraan untuk satu orang atau single. Biaya hidup memang sulit ditentukan karena tergantung gaya hidup personal, tetapi tentu ada dasar yang bisa dianggap sebagai pengeluaran “normal”. Kisaran biaya hidup di Göttingen berkisar 700-800€/bulan, hal ini juga tercermin dari peraturan pemerintah kota yang menghendaki kita mempunyai uang di tabungan sebanyak minimal 7000€. Angka pasti tabungan minimal sesuai peraturan kota, bisa berubah setiap saat dan tiap kota bisa berbeda. Jumlah tabungan tersebut sebagai jaminan bahwa kita mempunyai biaya hidup untuk setahun kedepan, jadi visa izin tinggal (ausweis) diberikan untuk jangka waktu satu tahun. Setiap tahun ketika akan memperpanjang izin tinggal harus memperlihatkan jumlah tabungan yang ada, kecuali jika memiliki surat jaminan mendapatkan beasiswa misal dari DAAD, Erasmus atau lainnya sudah cukup sebagai jaminan.

Sebelum berangkat ke German

Beberapa item biaya yang harus anda pertimbangkan minimal sebelum berangkat ke German adalah sebagai berikut:

1. Biaya pembuatan passport = 300.000-500.000IDR . Tergantung kota dan apakah menggunakan jasa pembuatan passport atau tidak. Juga jenis passport seperti passport biru untuk dinas sekolah pegawai negeri bisa berbeda biayanya. Silakan merujuk ke kantor imigrasi masing-masing wilayah.

2. Tes bahasa; (A) Tes bahasa Inggris jika jurusan yang hendak anda masuki merupakan program internasional: Toefl-IBT= 175US$ (http://www.itc-indonesia.com/). Selain itu ada tes GRE, TOEIC, IELTS dan lainnya. Syarat bahasa Inggris tergantung jurusan yang anda tuju dan harganya bisa berubah setiap saat. Yang perlu anda pastikan adalah penyelenggara ujian merupakan lembaga resmi, seperti untuk ujian TOEFL-IBT adalah ETS sebagai pemegang license ujian yang berada berkantor di Plaza Sentral – Jl. Jend. Sudirman, Jakarta. Jika ujian anda bukan dari lembaga pemegang lisensi ujian, bisa dipastikan sertifikat anda akan ditolak. Biaya tersebut hanya untuk tes saja, tidak termasuk biaya les atau buku untuk belajar ujian; (B) Tes bahasa German jika anda ingin memasuki jurusan regular, atau hendak studienkolleg, perlu memenuhi persyaratan kemampuan bahasa German. Ada yang bisa ujian di Jakarta atau langsung di German. Tentu biaya ujian tergantung jenjang, apakah A1-C2 atau DaF (Deutsch als Fremdsprache, German as a foreign language, Red). Biaya bisa diatas 70€. Silakan merujuk ke situs Goethe Institute di Jakarta (http://www.goethe.de/ins/id/jak/idindex.htm). Untuk belajar bahasa German selain dari Goethe Institute, bisa juga melalui private course dengan harga bervariasi, bisa kisaran 2.000.000IDR atau lebih dengan durasi sesuai kesepakatan.

3. Perlengkapan awal kedatangan. Anda perlu membeli koper yang bagus, baju musim dingin, sepatu, obat-obatan dan perlengkapan pribadi lainnya. Tetapi tenang tidak perlu bawa terlalu banyak, hanya sekedarnya saja karena seluruh barang tersedia disini dengan harga yang terkadang lebih murah dari Indonesia. Tidak perlu membawa pete, jengkol, terasi dan lain-lain yang menyulitkan saat pemeriksaan imigrasi, karena produk tersebut juga tersedia di sini.

4. Tiket pesawat. Sebenarnya harga tiket pesawat pulang-pergi hampir sama dengan harga tiket one trip. Harga tiket tentu tergantung musim dan maskapai penerbangan yang dipilih. Berkisar 500-800US$.

5. Visa. Biaya izin visa kisaran 70€ untuk visa student, gratis jika anda menggunakan paspor biru. Mengenai harga dan ketentuan visa bisa merujuk ke situs kedutaan besar German di Jakarta (http://www.jakarta.diplo.de/Vertretung/jakarta/id/01_20Visa/0-visabestimmungen.html).

6. Tiba di Göttingen. Biasanya ketika sampai di German kemungkinan anda mendarat di Frankfurt Airport atau Hamburg Airport. Kota Göttingen berada persis di tengah-tengah German, jadi jarak tempuh menuju Göttingen dari kota-kota besar lainnya hampir sama. Dengan menggunakan kereta The Intercity-Express (ICE), dibutuhkan waktu sekitar 2,5 jam dari Frankfurt, Hamburg, atau Berlin ke Göttingen. Kota terdekat dari Göttingen adalah Hannover, hanya 30 menit dengan menggunakan ICE. Anda perlu menyiapkan uang tunai sekitar 70€ untuk membeli tiket kereta ICE dari Frankfurt ke Göttingen. Silakan merujuk ke situs DB-Bahn untuk melihat jadwal keberangkatan serta harga tiket kereta ICE (http://www.bahn.de/i/view/USA/en/index.shtml).

Berdasarkan uraian diatas, paling tidak anda harus menyiapkan dana diatas 12.000.000IDR, atau 1.000€ demi kenyamanan anda sebelum berangkat ke German. Sekarang kita berlanjut ke biaya hidup selama di Göttingen.

Biaya Hidup di Göttingen

1. Ketika anda pertama kali tiba, perlu lapor diri (anmelden) di balaikota (rathaus). Biaya= gratis. Ketika sudah memiliki surat lapor diri, anda perlu membuat rekening bank. Biaya= gratis. Pilihan bank yang biasa digunakan oleh mahasiswa adalah Commerzbank, Deutschebank, Sparkasse dan Postbank. Silakan mencari informasi apakah bank tersebut mudah untuk mengadakan transfer uang dengan bank di Indonesia seperti BNI, Mandiri, BCA atau BRI serta apakah terdapat biaya bulanan atau tidak. Untuk beberapa kasus, rekening bank harus dibuka dari Indonesia.

2. Jika sudah melengkapi persyaratan diatas, anda bisa mulai melakukan transaksi. Hal pertama yang sebaiknya dilakukan adalah memiliki nomer telepon. Sebagai saran, baiknya memilih paket (vertrag) bulanan dengan kisaran biaya 25-30€. Biaya tentu tergantung jenis paket yang dipilih, juga tergantung provider. Biasanya yang digunakan oleh orang Indonesia adalah O2 dan Vodafone. Mengenai sistem paket apakah termasuk telepon, internet dan lain sebagainya bisa merujuk ke provider masing-masing.

3. Wohnung. Untuk single, biaya tempat tinggal berkisar 180-290€/bulan. Perbedaan harga tersebut tergantung lokasi wohnung dan kepemilikan wohnung. Daerah strategis (dekat plaza atau kampus) biasanya memiliki harga yang lebih mahal. Private wohnung juga lebih mahal bila dibandingkan dengan wonghung milik universitas/studentenwerk (http://www.studentenwerk-goettingen.de/index.php?id=74&L=1). Rata-rata mahasiswa Indonesia di Göttingen tinggal di Mahatma-Gandhi-Haus-Internationales Studentenwohnheim (MGH), Christophorusweg (CTW), Robert-Koch- Studentenwohenheim (RoKo) dan Albrecht-Thaer-Studentenwohenheim (ATW) dengan harga dan fasilitas berbeda.

4. Asuransi kesehatan. Hal ini menjadi wajib di German. Anda bisa memilih beragam paket serta penyedia jasa asuransi kesehatan yang ada. Pilihan yang biasanya digunakan adalah Mawista, Continental, TK, AOK. Kisaran biaya 60-120€/bulan.

5. Biaya buku. Anda perlu menganggarkan paling tidak 100€/bulan. Walau mungkin tidak setiap bulan membeli buku, tetapi harga buku lumayan mahal dan sebagai buffer jika harus mengganti laptop atau touchpad. Sebagian besar bahan kuliah dan jurnal bisa di download gratis melalui website universitas serta buku-buku bisa di pinjam di perpustakaan.

6. Biaya makan dan keperluan pribadi. Tergantung gaya hidup anda, bisa mencapai 150-300€ bahkan lebih. Anda bisa memasak sendiri yang pasti lebih murah, atau makan di kantin kampus yang disebut Mensa atau makan Döner dan lainnya di imbiss (rumah makan kecil), semua merupakan pilihan anda.

7. Biaya transportasi dalam kota. Kalau anda tidak mau bersepeda, bisa berlangganan tiket bis sebesar 30€/bulan. Anggaran ini pun perlu disediakan jika anda hendak memiliki sepeda, sebagai dana cadangan jika sepeda rusak atau hilang atau jika anda sewaktu-waktu perlu pergi ke kota lain. Tiket kereta untuk wilayah Lower Saxony gratis dengan menggunakan kartu mahasiswa. Wilayah negara bagian dimana Göttingen ini berada mungkin sebesar Jawa Barat, dibutuhkan waktu 4 jam perjalanan naik kereta untuk sampai ke titik paling ujung. Cukup untuk memuaskan hasrat anda jalan-jalan menggunakan kereta di German.

8. Anggaran jalan-jalan (reisen). Anda bisa mulai dengan anggaran 100€/bulan. Sayang sekali jika anda tidak memanfaatkan waktu untuk jalan-jalan ke wilayah eropa lainnya seperti Paris, Amsterdam, Madrid, dan lain-lain yang bisa menggunakan kereta atau penerbangan murah. Urlaub atau berlibur menjadi sesuatu hal yang wajar di German.

9. Pajak radio dan tv. Ya disini pun kita kena pajak seperti ini, dengan kisaran 18€/bulan.

Selain biaya bulanan, ada biaya tahunan untuk memperpanjang ausweis atau KTP sebesar 100€/tahun. Langganan DB-Bahn­-Card untuk mendapatkan diskon kereta 25% sebesar 61€/tahun. Serta biaya kuliah 250-750€/semester tergantung jenjang pendidikan. Seperti disebut dibagian awal biaya hidup untuk single dengan kisaran 700-800€/bulan atau lebih tentu tergantung dengan gaya hidup anda. Jumlah ini adalah jumlah minimal yang perlu disediakan agar bisa belajar dengan baik.

 

*****

editor: AY